Senin, 18 Desember 2017

Bagaimana Cara Membangun Rumah Tumbuh

Bagaimana Cara Membangun Rumah Tumbuh
Cover: Inset House karya Delution Architect tahun 2016

Keinginan untuk membangun rumah idaman seringkali terbentur biaya mahalnya lahan, material, dan ongkos pengerjaan. Apalagi untuk pasangan muda, terburu waktu untuk menempatinya juga menjadi kendala tambahan. Solusi arsitektural untuk mengatasinya adalah dengan rumah tumbuh.

Rumah tumbuh dapat diartikan sebagai rumah yang bisa dibangun bertahap sesuai kebutuhan dan biaya pemiliknya; bisa berupa penambahan massa bangunan ke samping bila lahan cukup luas, ataupun peningkatan lantai bangunan terutama untuk bangunan di lahan sempit.

Tetapi…., apakah tidak repot membangun rumah secara bertahap? Bukanlah lebih mudah membangun rumah sekaligus? Bertahap? Apakah berarti rumahnya belum selesai dan tidak nyaman? Nah, artikel ini akan membukakan jalan bagaimana cara membangun rumah tumbuh yang benar tanpa harus merasa terbebani atau merasa tidak nyaman.


Rumah Gandeng karya studioindoNEOsia tahun 2015

Rumah Gandeng seluas 144 m2sengaja mempersatukan dua keluarga kakak beradik, sambil tetap mempertahankan privasi masing-masing keluarga. Setiap rumah juga bisa tumbuh sesuai pertumbuhan keluarga ini.

Baca juga: Membangun Rumah Tahap 3: Pembicaraan Proyek Pertama ‘Project Kickoff Meeting’
1. Rencanakan Sejak Awal

Sebaiknya, sejak awal perencanaan membangun rumah, apalagi di lahan kosong, konsep rumah tumbuh sudah digagas. Matangnya perencanaan sejak awal sangat mempengaruhi kekuatan struktur bangunan yang akan dikembangkan pada tahap selanjutnya.

Sebagai contoh, struktur untuk rumah satu lantai akan sangat berbeda dengan struktur untuk rumah tingkat. Jika sejak awal sudah ada rencana untuk membangun dua atau tiga lantai, tetapi baru memiliki dana untuk membangun satu lantai, paling tidak struktur bangunan sudah disiapkan untuk kekuatan bangunan dua atau tiga lantai. Jadi, walaupun pembangunan berjalan tahap demi tahap, namun struktur bangunan sudah disiapkan dengan baik.


Taman Tengah House at Kranggan karya AKANOMA YU SING tahun 2012

Yu Sing dan rekan-rekan di Akanoma tetap memperhatikan kualitas pencahayaan dan sirkulasi udara di rumah kecil tipe 60/97 ini. Jika rumah ini akan ditingkat, hanya menambah lantai di atasnya saja karena strukturnya sudah siap. Tidak perlu mengubah ukuran kebun dan merusak sistem pencahayaan dan ventilasi silang yang sudah dirancang dengan baik. Selain itu, penggunaan material alami pada bangunan membuat penampilannya menjadi berkarakter serta mudah dan murah perawatannya.


Rumah at Sakura Regency Bekasi bergaya modernkarya faiz tahun 2013

Jika ingin merenovasi rumah dari pengembang untuk penambahan ruang dan lantai, tidak perlu dibongkar total. Siasati kondisi yang ada dan manfaatkan seoptimal mungkin.
2. Berorientasi Masa Depan

Keinginan untuk memiliki rumah tumbuh bukan sekedar ingin memiliki rumah yang lebih besar. Hal penting yang harus dipikirkan adalah kemungkinan penambahan anggota keluarga dan peningkatan kebutuhan ruang.

Rumah Magelang karya duatitik architecture tahun 2017

Walau dengan budget yang cukup minim, Rumah Magelang seluas 140 m2 ini tetap didesain dengan apik. Gaya Asian Minimalis Industrial sengaja dipilih agar rumah terlihat beda dan fresh dibanding bangunan sekitarnya yang masih bernuansa pedesaan, dan sebagai antisipasi bentuk bangunan di masa depan. Selain itu, material finishing bergaya industrial selain berkarakter juga minim perawatan. Kemungkinan pengembangan bangunan telah diantisipasi di beberapa massa bangunan dan struktur peningkatannya juga sudah disiapkan.

Eksterior Rumah Toko karya mojo - sketsarumah.com

Adanya kebutuhan sebagai rumah toko menginspirasi mojo - sketsarumah.com untuk mendesain rumah ini dengan unik untuk menarik pengunjung sambil tetap memperhatikan kenyamanan dan privasi penghuninya.

Rumah Toko karya mojo - sketsarumah.com tahun 2014

Ide cemerlang untuk memanfaatkan botol-botol bekas dalam sistem pencahayaan menjadikan rumah ini unik dalam kesederhanaannya.
3. Perhatikan Peraturan Pemerintah

Memang sepertinya istilah rumah tumbuh hanya berarti penambahan jumlah lantai. Namun, batasan jumlah lantai dan ketinggian bangunan dari peraturan pemerintah bisa menjadi permasalahan. Splow House menjadi salah satu jawaban sebagai hasil kecerdikan arsitek dalam mengatasinya.

Splow House karyaDelution Architect tahun 2016


Splow House, rumah tumbuh bergaya modern kontemporer scandinavian karyaDelution Architect

Delution Architect merancang rumah ini sebagai solusi dari keterbatasan dana di tengah banyaknya kebutuhan di lahan sempit berukuran 6x15. Konsep Split-Grow House dipilih untuk mengatasi kebutuhan ruang setara 3 lantai. Skyline dengan bangunan 2 lantai di sekitarnya tetap terjaga karena arsitek menerapkan konsep split untuk memanipulasi ketinggian bangunan.
4. Cerdik Menyiasati Tampak Bangunan

Walau rumah tumbuh seolah-olah rumah yang belum selesai, namun tidak berarti tampilannya berantakan. Setiap tahapan harus selesai dengan baik dan menampilkan karya arsitektural yang lengkap dan estetis.


Inset House karya Delution Architect tahun 2016

Secara tampilan eksterior, Inset House sudah cantik total, padahal rumah ini masih berpotensi menjadi rumah tumbuh. Secara fasade-nya, kayu bergaris yang sengaja dimiringkan bukan hanya sebagai elemen estetika semata, namun berfungsi utama sebagai penghalau panas matahari sore. “Taman Melayang” di lantai dua menjadi mahkota rumah, fasade utama bangunan, view untuk 3 ruangan di lantai 2, dan menambah kesejukan serta keasrian.
5. Tahapan Pembangunan Tidak Mengganggu Bangunan yang Sudah Ada

Proses membangun rumah cukup melelahkan dan menyita waktu, apalagi pada rumah tumbuh. Pembangunan akan terus dilakukan sampai rumah benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan harapan. Namun, jangan sampai setiap tahapan mengganggu bangunan yang sudah ada dan bahkan mengganggu kegiatan penghuni di dalamnya. Jadi, perlu kejelian dalam memikirkan cara pembangunan tahapan selanjutnya.


Pintu ‘ke mana saja’ di Rumah Kecil at Ozone Residence karya AKANOMA YU SING tahun 2015

Sekilas keberadaan pintu di dinding atas tampak aneh, karena pintu itu tidak menuju ke suatu ruang. Namun, ternyata pintu itu sengaja disiapkan untuk pembangunan rumah tumbuh. Jadi, saat pembangunan tahap selanjutnya tidak perlu lagi membongkar dinding, apalagi membuang biaya dan waktu.
6. Tumbuh Tidak Hanya Ke Atas

Apa yang harus diperbuat jika batasan ketinggian dan jumlah lantai sudah maksimal padahal kebutuhan ruang sangat diperlukan? Cerdiklah dalam menyiasati ruang yang sudah ada. Rancanglah furnitur multi-fungsi ataupun penggabungan ruang yang bisa digabungkan fungsinya.



Inset House bergaya kontemporer modern karya Delution Architect

Rumah tumbuh di area di bawah tangga Inset House dengan rancangan furnitur multifungsi yang bisa menjadi tempat tidur dan sofa.


Splow House, rumah tumbuh bergaya modern kontemporer scandinavian karyaDelution Architect

Rumah tumbuh menjadi solusi peningkatan kebutuhan di tengah keterbatasan dana dan lahan. Berbagai ide cemerlang bisa dituangkan dalam membangun rumah tumbuh. Cerdiklah dan bebaskan kreativitas sambil tetap berorientasi masa depan. Raihlah rumah idaman tanpa pusing biaya dengan perencanaan matang yang membuat Anda sekeluarga nyaman saat pembangunannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar