Rabu, 20 Desember 2017

Bagaimana Cara Membuat Aliran Ruang yang Nyaman

Bagaimana Cara Membuat Aliran Ruang yang Nyaman
Cover: Reva House by Revano Satria

Aransemen perabot yang dapat menciptakan sirkulasi ruang yang nyaman adalah salah satu kunci kesuksesan desain interior. Setiap ruang memerlukan pengaturan khusus agar kenyamanan sirkulasi dapat dirasakan.
Ruang Makan


Cliff House at Bali karya Agung Budhi Raharsa

Untuk mendapatkan sirkulasi ruang yang nyaman, paling tidak harus disediakan jarak 91 cm antara kursi makan dan dinding di sekitarnya, serta minimal 122 cm jarak antara meja dan pintu masuk ke ruang makan. Ruang makan yang sempit dapat disiasati dengan desain meja makan extendable yang 'memakan tempat' hanya jika diperlukan.


Ruang Makan Urban Pop House karya Vindo Architect

Sediakan ruang 61 cm untuk setiap kursi. Gerakan saat makan, duduk, dan bangun dari tempat duduk akan menjadi nyaman tanpa terjadi bersinggungan bahu.
Kamar Tidur


W residence karya Erre Luce

Sediakan ruang sekitar 76-91 cm di kedua samping tempat tidur agar nyaman saat terbangun pada malam hari. Hindari meletakkan perabot antara tempat tidur dan pintu kamar ataupun pintu kamar mandi.


Trappehuiz House at Kemang karya ABOV

Cara terbaik memperlancar sirkulasi pada ruang sempit dan berbentuk unik adalah dengan memanfaatkan sedikit perabot. Bagian alas tempat tidur dapat dijadikan rak penyimpanan yang hemat ruang, rapi, dan fungsional.
Ruang Keluarga


SE House karya Andani Architectura&Design

Ruang keluarga yang baik harus nyaman untuk setiap anggota keluarga. Letakkan perabot yang benar-benar diperlukan saja agar sirkulasi ruang tetap nyaman.


SC House karya ArchitectRon

Jika memungkinkan, sediakan jarak sekitar 60 cm antara sofa dan jendela.


House at Legenda Wisata karya Sontang M Siregar

Cara lain untuk menyiasati sirkulasi pada ruang yang sempit adalah dengan mengurangi atau memperkecil ukuran perabot.
Kamar Mandi


Taman Ratu House karya Design Intervention

Ukuran kamar mandi yang memang sudah sempit tidak memungkinkan sirkulasi ruang secara fisik. Cerdiklah menyiasatinya dengan memanfaatkan cermin dinding agar kamar mandi terasa luas.


Kamar mandi dengan pintu kaca geser dan cermin wastafel(sumber : freshdesignpedia.com)

Cara cerdik lain menyiasati kamar mandi yang sempit adalah dengan pintu kaca geser yang hemat ruang sekaligus memperluas jarak pandang.
Dapur


Sutorejo House karya Das Quadrat

Sirkulasi dapur sangatlah intens. Banyak pergerakan saat memasak yang harus diperhitungkan ukuran ruangnya. Setidaknya harus disediakan jarak 107 cm antara area dapur dengan meja makan di dekatnya.


Bare Minimalist by RAW Architecture

Hal penting lain yang harus dipertimbangkan pada perancangan dapur agar sirkulasinya optimal adalah memastikan adanya jarak yang cukup antara meja dapur dengan meja makan. Kedua area ini harus bisa menyatu dengan baik, tidak terlalu jauh dan tidak terlalu dekat.
Ruang Kerja


Pojok ruang sebagai ruang kerja (sumber : acupofmai.com)

Jarak minimum antara kursi kerja dan dinding di belakangnya adalah 107 cm. Sirkulasi akan menjadi kurang nyaman dan ada perasaan sempit jika jaraknya kurang dari itu.
Selasar


Dede Gustaman's House at Bandung karya d Sae Architect

Aliran ruang satu dengan ruang lainnya sebaiknya bebas dari penghalang. Buatlah sebuah jalur sirkulasi yang ’bebas hambatan’.


Butet House karya Nimara Architects

Ruang yang mengalir dengan baik tanpa penghalang akan menciptakan perasaan nyaman tanpa beban dan pikiran positif bagi setiap penghuninya. Pejamkan mata, bayangkan, dan rancanglah bentuk dan perletakan perabot yang bisa mengalir dalam ruang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar