Jumat, 22 Desember 2017

Arsitektur Tradisional Cina

Arsitektur Tradisional Cina
Sama seperti arsitektur Eropa dan Arab, arsitektur Cina kuno merupakan komponen penting dari sistem arsitektur di dunia. Cina juga mempunyai banyak bangunan-bangunan arsitektur yang luar biasa dan tidak mungkin dibuat di negara lain, seperti Great Wall, Forbidden City dan Makam dari Kaisar Qin pertama. Prinsip-prinsip dari arsitektur Cina tidak berubah selama berabad-abad, perubahan hanya pada rincian dekoratif saja. Sejak dinasti Tang, arsitektur Cina memiliki pengaruh yang besar pada gaya arsitektur Korea, Vietnam dan Jepang.
Material kayu menjadi karakteristik arsitektur tradisional Cina (Sumber: pinterest.com)


Karakteristik paling terlihat dari arsitektur tradisional Cina adalah penggunaan dari kerangka kayu. Tembok digunakan sebagai pemisah antar ruang, bukan untuk menahan beban keseluruhan rumah. Lukisan dan ukiran juga ditambahkan ke dalam arsitektur untuk membuatnya lebih cantik dan menarik. Atap berwarna, jendela dengan desain yang indah dan pola-pola bunga pada tiang-tiang kayu mencerminkan tingginya tingkat seni dari pembuatnya dan kayanya imajinasi mereka.
Kompleks rumah di Cina (Sumber: www.chinadaily.com.cn)


Hierarki pada bangunan tradisional Cina didasarkan pada penempatan bangunan di sebuah kompleks. Bangunan dengan pintu menghadap ke depan dan berada di tengah kompleks dianggap paling penting, dibanding dengan bangunan yang berada di sisi kiri dan kanan.

Bangunan Cina klasik, terutama milik orang kaya, lebih menekankan pada luas bukan pada tinggi rendahnya bangunan. Berbeda dengan arsitektur Barat, arsitektur Cina lebih menekankan pada visual dari lebar bangunan. Contohnya pada lorong-lorong dan istana di Forbidden City, yang memiliki atap agak rendah, tetapi dengan tampilan bagian luar yang megah.

Struktur Bangunan
Pondasi yang terangkat (Sumber: designlimitededition.com)

Pondasi

Kebanyakan dari bangunan biasanya didirikan di atas platform yang terangkat (臺基) sebagai dasar. Struktur bangunan biasanya menggunakan balok kayu sebagai tiang-tiang utama dan konstruksi atap. Pada bangunan kelas atas, pondasi dihiasi dengan ukiran. Balok-balok kayu juga dibiarkan terkespos yang menjadi bagian unsur dekoratif.
Atap tradisional dengan hiasan patung (Sumber: www.yidongdianyuan.org)

Atap

Atap bangunan memiliki sudut kemiringan yang cukup tinggi, ada yang berbentuk atap tunggal atau bertumpuk. Pada bangunan orang kaya atau bangunan keagamaan, biasanya atap berbentuk melengkung dengan dihiasi patung-patung keramik. Warna atap juga memiliki arti simbolis tersendiri, seperti emas atau kuning yang biasanya digunakan untuk atap bangunan kekaisaran, yang berarti keberuntungan, atau atap hijau yang melambangkan poros bambu dan mewakili umur panjang.
Pagoda kayu di Ying County Shanxi (Sumber: www.chinatourguide.com)

Dinding

Pada bangunan kelas atas, yang paling umum digunakan adalah tirai dinding atau panel pintu sebagai pemisah ruang atau pelindung bangunan. Namun, akibat menurunnya ketersediaan pohon sebagai bahan bangunan, batu dan batu bata mulai digunakan. Bangunan pagoda berbahan kayu tertua yang pernah dan masih bertahan hingga saat ini berlokasi di Ying County Shanxi.

Jenis Bangunan
Kompleks perumahan rumah rakyat biasa (Sumber: misericordemika.livejournal.com)


Rumah rakyat biasa. Rumah untuk rakyat biasa, seperti pedagang atau petani, memiliki pusat bangunan yang berfungsi sebagai kuil untuk para dewa dan leluhur, dan juga digunakan untuk perayaan. Pada dua sisinya terdapat kamar tidur untuk orang tua. Dua sayap bangunan (naga wali) merupakan tempat untuk anggota keluarga yang lebih muda, serta ruang tamu, ruang makan, dan dapur. Setiap bangunan diatur secara hukum, mulai dari tingkatan rumah, panjang bangunan, dan warna yang digunakan juga bergantung pada kelas pemilik rumah.
Gerbang Mao dengan Tiananmen square di belakangnya, Forbidden City (Sumber: famouswonders.com)


Kekaisaran. Satu-satunya elemen arsitektur yang ada pada bangunan untuk Kaisar Cina dan tidak ada di bangunan lain adalah genteng berwarna kuning. Genteng kuning hingga saat ini masih menghiasi hampir seluruh bangunan yang ada di Forbidden City. Atap pada bangunan kekaisaran juga ditopang oleh dougong (kurungan), elemen arsitektur yang hanya ada pada bangunan keagamaan berukuran besar. Hitam juga merupakan warna yang sering digunakan. Hitam dipercaya sebagai warna yang menginspirasi para dewa untuk turun ke bumi. Orang Cina kuno juga sangat menyukai warna merah.
Sebagian besar bangunan di Forbidden City masih menggunakan genteng kuning (Sumber: travelchinawith.me)


5 cakar naga Cina diadopsi oleh Kaisar Ming pertama untuk digunakan sebagai hiasan pada balok, tiang, dan pada pintu bangunan kekaisaran. Hanya bangunan yang digunakan oleh keluarga kerajaan yang diizinkan untuk memiliki Sembilan jian (間, ruang antara dua kolom) dan hanya gerbang yang digunakan oleh Kaisar boleh memiliki 5 lengkungan dengan satu pusat. Bangunan menghadap ke arah Selatan karena angin dingin berasal dari Utara.
Kuil Jade Buddha di Shanghai (Sumber: www.thousandwonders.net)


Bangunan Keagamaan. Secara umum, arsitektur agama Buddha mengikuti gaya arsitektur kekaisaran. Sebuah biara Buddha besar biasanya memiliki ruang depan, tempat patung Bodhisattva, diikuti dengan sebuah aula besar, dan tempat untuk patung-patung Buddha. Tempat tinggal untuk para biarawan dan biarawati terletak di sisi kanan kiri bangunan. Beberapa contoh bangunan terbesar berasal dari abad 18 yaitu kuil Puning dan Putuo Zongcheng.
Scholar Hall di kuil Confusius (Sumber: www.seanshadbolt.co.nz)


Di sisi lain, arsitektur Taois biasaya mengikut gaya arsitektur rakyat jelata. Pintu masuk utama terletak di samping bangunan karena terdapat takhayul tentang setan yang ingin mencoba masuk ke dalam bangunan. Berbeda dengan umat Buddha, di sebuah kuil Taois dewa utama terletak di ruang utama di bagian depan, sedangkan para dewa yang lebih rendah di aula belakang dan di bagian sisi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar